Menguatkan Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Mendalam, Literasi, Numerasi, Koding, dan Kecerdasan Artifisial

Karangtengah – Dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik serta menjawab tantangan pendidikan di era digital, SMAN 1 Karangtengah menyelenggarakan In House Training (IHT) Pengembangan Profesi Berkelanjutan selama dua hari, Senin–Selasa, 29–30 Juni 2026, bertempat di Aula SMAN 1 Karangtengah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan (PTK) agar mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, bermakna, serta relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seluruh guru mengikuti kegiatan dengan penuh antusias melalui berbagai aktivitas kolaboratif, praktik langsung, diskusi, dan refleksi.


Hari Pertama

Pengembangan Kompetensi PTK dalam Penguatan Literasi dan Numerasi melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Materi hari pertama disampaikan oleh Dr. Muhammad Syaipul Hayat, M.Pd. yang mengajak seluruh peserta memahami bahwa pembelajaran mendalam (Deep Learning) tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah nyata.

Sejak awal kegiatan, suasana pelatihan berlangsung aktif dan menyenangkan. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas guru dari berbagai mata pelajaran. Pengelompokan lintas disiplin ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan memperkaya perspektif dalam menyusun strategi pembelajaran.

Membangun Kekompakan Melalui Yel-Yel

Setiap kelompok diberi waktu lima menit untuk menciptakan yel-yel sebagai identitas tim. Aktivitas sederhana ini menjadi sarana membangun kekompakan, semangat, komunikasi, dan kerja sama sebelum memasuki tantangan berikutnya.

Tantangan Kreativitas dan Kolaborasi

Peserta kemudian memperoleh berbagai bahan sederhana yang telah disediakan oleh narasumber. Dalam waktu hanya 20 menit, setiap kelompok ditantang untuk berdiskusi, mengambil keputusan secara cepat, kemudian merancang dan menghasilkan sebuah produk yang memiliki manfaat nyata.

Tantangan ini mengajarkan pentingnya kemampuan berpikir cepat, pembagian tugas, komunikasi efektif, dan pengambilan keputusan bersama. Setiap produk yang dihasilkan selanjutnya dikaitkan dengan karakteristik mata pelajaran yang diwakili oleh anggota kelompok.

Integrasi Produk dengan Materi Pembelajaran

Tahap berikutnya adalah mengintegrasikan produk yang telah dibuat ke dalam proses pembelajaran masing-masing mata pelajaran. Guru diminta menjelaskan bagaimana media atau produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, maupun keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman langsung bahwa pembelajaran yang bermakna dapat dibangun melalui aktivitas kolaboratif, kontekstual, dan berbasis pemecahan masalah, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Hari Kedua

Pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Pembelajaran Mendalam yang Interaktif

Pada hari kedua, materi disampaikan oleh Dr. Yanuar Hery Muktianto, M.Pd. yang membahas pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari transformasi pembelajaran di abad ke-21.

Beliau menekankan bahwa AI bukanlah pengganti guru, melainkan alat bantu yang mampu memperkuat proses pembelajaran apabila digunakan secara bijaksana, kritis, dan bertanggung jawab.

Simulasi Interaksi dengan AI

Peserta diajak melakukan simulasi penggunaan berbagai teknologi berbasis AI dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Guru mempraktikkan cara memberikan instruksi (prompt) yang tepat agar menghasilkan informasi, ide, maupun media pembelajaran yang berkualitas.

Melalui simulasi ini, peserta memahami bahwa kualitas hasil AI sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengguna dalam menyusun arahan yang jelas, spesifik, dan kritis.

Mengatasi Berbagai Tantangan Teknis

Selain praktik penggunaan AI, narasumber juga membahas berbagai kendala teknis yang sering dihadapi saat memanfaatkan teknologi digital di kelas, seperti keterbatasan perangkat, koneksi internet, maupun strategi alternatif ketika terjadi hambatan teknis.

Guru diajak untuk tetap adaptif serta memiliki solusi praktis sehingga pembelajaran tetap dapat berlangsung secara optimal.

AI sebagai Tutor Cerdas

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pemanfaatan AI sebagai Tutor Cerdas. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun materi ajar, membuat soal latihan, memberikan umpan balik, menyusun proyek pembelajaran, hingga menghasilkan media belajar yang lebih menarik dan interaktif.

Namun demikian, narasumber menegaskan bahwa guru tetap memegang peranan utama sebagai fasilitator, pengarah, sekaligus pengambil keputusan dalam proses pembelajaran.

Guru sebagai Pengendali AI

Dalam sesi ini juga ditekankan bahwa pemanfaatan AI harus selalu disertai kemampuan berpikir kritis. Guru tidak cukup hanya menerima hasil yang diberikan AI, tetapi harus mampu memverifikasi, mengevaluasi, memperbaiki, dan mengembangkan hasil tersebut agar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta nilai-nilai pendidikan.

Dengan demikian, AI menjadi mitra kerja yang membantu meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa menghilangkan peran profesional guru.

Transformasi Pembelajaran Masa Depan

Sebagai penutup, narasumber menjelaskan bahwa transformasi pendidikan saat ini berada pada titik temu antara tiga komponen utama, yaitu:

  • Artificial Intelligence (AI) sebagai teknologi pendukung pembelajaran.
  • Koding (Coding) sebagai keterampilan berpikir komputasional dan pemecahan masalah.
  • Sains Kognitif (Cognitive Science) sebagai landasan memahami cara peserta didik belajar secara efektif.

Ketiga komponen tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembelajaran yang mendalam, interaktif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.


Mewujudkan Guru Adaptif untuk Pendidikan Masa Depan

Melalui pelaksanaan In House Training Pengembangan Profesi Berkelanjutan ini, SMAN 1 Karangtengah menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi seluruh tenaga pendidik. Guru didorong untuk terus berinovasi, meningkatkan kompetensi profesional, serta mampu mengintegrasikan literasi, numerasi, pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial ke dalam proses pembelajaran.

Diharapkan hasil dari kegiatan ini mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif, kolaboratif, serta bermakna bagi peserta didik, sehingga SMAN 1 Karangtengah semakin siap mencetak generasi yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Penulis: Setyo_Sakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *